Tukang Ngegame Beberapa misteri seputar masa studi presiden ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo atau Jokowi, di Fakultas Kehutanan, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta akhirnya terselesaikan.
Andi Pramaria, sahabat sekelas Jokowi di Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada (UGM), menyampaikan informasi tersebut kepada pers.
Andi Pramaria yang lulus bersama Jokowi pada 19 November 1985 saat ini menjabat sebagai pejabat widyaiswara di Kantor Balatkop UKM Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
Andi pun pernah berperan sebagai Kepala Dinas Kehutanan Provinsi NTB.
Berikut informasi-informasi yang dibuka Andi Pramaria:
- Simpan pengumuman masuk UGM
Menurut tayangan di Kompas TV, Andi Pramaria menyatakan bahwa dirinya dan Jokowi berhasil diterima sebagai mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) lewat Program Peminatan Maritim (Sipenmaru) pada tahun 1980.
Pada saat tersebut, terdapat 90 peserta yang dinyatakan lulus, tetapi hanya 88 orang saja yang kemudian mendaftar kembali.
"Di antara 88 orang tersebut, termasuk diriku dan Pak Jokowi," ujarnya.
Andi mengklaim data penerimaan itu masih dia simpan.
"Data penerimanya sekarang masih tersedia, dan saya memiliki salinannya," ujarnya.
2. Foto kelulusan tersebut memang asli.
Andi bersama Jokowi menghabiskan waktu lebih dari 5 tahun untuk menuntaskan pendidikannya di UGM.
Pada tanggal 19 November 1985, ia lulus serta diwisuda bersama dengan 11 teman satu angkatannya, termasuk Jokowi, dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada sebagai Sarjana Hutan.
Andi memverifikasi bahwa gambar-gambar kelulusan yang sering terlihat di jejaring sosial memang asli.
"Fotonya tersebar itu memperlihatkan Pak Jokowi di posisi keempat dari sebelah kiri. Sementara itu, saya berada di urutan kedua dari sisi kiri," jelasnya dengan tegas.
3. Pilihan jurusan teknologi kayu bukanlah kesalahan
Disampaikan tentang program studinya ketika berkuliah di UGM, Andi menyatakan bahwa pada waktu penerimaan mahasiswa baru, Jurusan Kehutanan di UGM belum tersedia.
Akan tetapi, terkadang mahasiswa mengacu pada jurusannya berdasarkan fokus studi yang telah mereka pilih.
"Sebagai contoh, jika Bapak Joko fokus pada teknologi kayu, maka beliau akan menyatakan dirinya sebagai lulusan bidang tersebut. Sementara itu, kalau saya sendiri menyebut jurusan saya adalah silvikultur, sebab minat utama saya ada di area ini dan saya pun telah memilih beberapa mata pelajaran yang berkaitan dengannya," jelas Andi seperti dilansir siaran INews TV pada hari Kamis, 15 Mei 2025.
4. Ijazah sama persis
Mengenai keaslian diploma Jokowi yang sering dipertanyakan, Andi menyatakan bahwa dia punya beberapa kenalan dari angkatan yang sama dan siap berperan sebagai bukti jika Jokowi benar-benar pernah menempuh pendidikan di waktu yang bersamaan dengan mereka.
Saat ini, 67 orang sahabat masih dalam kondisi sehat dan dapat memberikan kesaksian tentang fakta bahwa Jokowi benar-benar menghadiri perkuliahan serta berhasil menyelesaikannya di UGM.
Andi kemudian mengeluarkan sertifikat pendidikan-nya, yang ternyata identik sekali dengan milik Jokowi.
Disampaikan pula perihal jenis huruf pada ijazah yang kerap menjadi pertanyaan, Andi menyatakan dirinya tak memiliki pengetahuan apa pun sebab yang ia terima waktu itu memang seperti itu.
"Font-nya berasal dari mana? Kami tidak tahu, yang kami terima begitu saja dari UGM," jelasnya sembari memperlihatkan bukti ijazahnya.
Andi mengatakan bahwa ijasahnya benar-benar identik dengan milik Jokowi, sebab keduanya lulus dan meraih gelar bersamaan pada waktu itu.
Jika ditanya untuk menunjukkan keaslian hal ini atau tidak, saya tidak dapat melakukannya. Saya hanya menyampaikan sejarahnya, yaitu bahwa kami menerima ijasah tersebut pada saat kelulusan.
Tepatnya, kelulusan kami bersamaan dengan acara Pak Jokowi.
"Bila keterangan dokter Jokowi dianggap tidak valid, kemungkinan surat kesehatan milik saya juga kurang otentik. Apabila ada pertanyaan tentang jenis huruf yang digunakan, sebaiknya ditujukan kepada Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebab, kita mendapatkan dokumen ini langsung dari UGM," tandasnya.
5. Jokowi memakai kacamata ketika sedang mengikuti perkuliahan
Disebutkan terkait gambar Jokowi yang sedang menggunakan kacamata di ijazahnya, Andi menyampaikan bahwa selama masa perkuliahan, Jokowi benar-benar memakai kacamata.
Akan tetapi, kacamata tersebut tidak selalu digunakan.
"Sekali pake, sekali nggak. Saat di kampus, untuk beberapa kasus digunakan," ujarnya.
Ketika berkenaan dengan kacamata tersebut, Andi sempat mengajukan pertanyaan tentangnya pada kesempatan dia bertemu di Istana serta saat Kaesang Pangarep melangsungkan perkawinan.
"Andi sempat bertanya kepadanya, jawabnya dia mengaku tidak tahu dirinya sendiri. Dia juga bilang bahwa ia bisa membaca dengan jelas meskipun tanpa menggunakan kacamata," kata Andi menirukan perkataan Jokowi.
6. Kasmudjo adalah dosen pembimbing akademik
Andi mengaku bahwa Kasmudjo, yang diketahui oleh Jokowi sebagai dosen pembimbing akademiknya, telah diakui.
Bila Pak Kasmudjo, sebagai dosen pembimbing akademik, tetap tidak menjadi dosen pembimbing skripsi.
Skripsi prof sumitro," katanya.
Menurut pengakuan Andi, pada waktu tersebut Kasmudjo mengajar mata pelajaran terkait teknologi kayu dan ia masih menjabat sebagai asisten dosen.
"Saat mengajar tentu perlu bantuan pendamping. Di bidang kehutanan terdapat tim, sedangkan Pak Kasmudjo berperan sebagai asisten dosen. Belum cukup untuk diajar sendiri," ujarnya.
Pernyataan yang disampaikan Andi tersebut dikonfirmasi oleh Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta.
"Betul itu (Ir. Kasmudjo, dosen wali Joko Widodo sewaktu kuliah)," kata Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Sigit Sunarta ketika dihubungi, pada hari Sabtu, 17 Mei 2025.
Kasmudjo memulai tanggung jawabnya sebagai asisten ahli di Fakultas Kehutanan UGM pada tahun 1977 menurut Sigit.
Saat menjabat sebagai asisten ahli, Kasmudjo mengajar dengan keterbatasan atau dalam pengawasan.
"Dengan keterbatasan atau dibantu mulai tahun 1977. Pada saat itu beliau mendapatkan posisi sebagai asisten ahli," jelasnya.
Asisten Ahli senior Sigit adalah posisi awal dalam jalur perkembangan karir pengajar di institusi pendidikan tinggi.
"(Asisten Ahli) merupakan gelar pertama yang didapatkan oleh seorang dosen usai menjadi CPNS dan memenuhi kriteria," jelasnya.
Saat Joko Widodo belajar di Fakultas Kehutanan UGM, Kasmudjo bertindak sebagai pembimbing akademik untuknya. Joko Widodo termasuk dalam sejumlah mahasiswa yang mendapat bimbingan dari Kasmudjo.
"Bapak Kas (Kasmudjo) yang telah memandu secara akademis Bapak Jokowi, apakah sejak awal pendaftaran atau saat pertengahan masa studinya, perlu saya verifikasi ulang," jelasnya.
Sigit mengatakan bahwa Kasmudjo hanya terlibat dalam memberikan bimbingan akademik saja terkait penulisan skripsi mahasiswa tersebut.
"Itu hanya bimbingan akademik," katanya.
Dalam resume karir yang disampaikan Sigit Sunarta, Ir. Kasmudyo terdaftar dengan gelar fungsi profesional sebagai Lektor Kepala.
Selanjutnya menjabat secara struktural sebagai Kepala Laboratorium Hasil Hutan Bukan Kayu pada Fakultas Kehutanan.
Satuan kerja di Fakultas Kehutanan UGM yang berstatus sebagai dosen dengan pangkat Pembina Utama Muda.
Ir. Kasmudjo pensiun pada tanggal 1 Desember 2014.
Sebagaimana diketahui, Ir. Kasmudjo mengungkapkan bahwa dia tidak merupakan pembimbing skripsi Joko Widodo.
Dosen pembimbing skripsi untuk Joko Widodo dan juga Ir. Kasmudjo adalah Prof Sumitro.
"Terkait dengan ijazah, saya kurang bisa berbicara banyak. Saya tidak terlibat dalam proses tersebut, jadi saya tidak tahu detailnya. Semua urusan seperti bimbingan, pengujian, hingga pembimbing utamanya yaitu Prof Sumitro sepenuhnya ditangani oleh timnya masing-masing," ungkap Kasmudjo di kediamannya yang berada di Pagung Kidul, Kapanewon Mlati, Kabupaten Sleman, pada hari Rabu tanggal 14 Mei 2025.
Beberapa bagian dari artikel ini sebelumnya sudah dipublikasikan di Kompas.com denganjudul " Deputi Dekan Fakultas Kehutanan UGM Pastikan Kasmudjo Sebagai Dosen Pembimbing Akademik Jokowi "
===
Undangan kami kirim kepada Anda untuk ikut gabung ke Grup Whatsapp Harian Surya. Lewat grup ini, Harian Surya bakal berikan saran artikel terkini tentang Surabaya, Sidoarjo, Gresik, dan tim sepak bola Persebaya dari semua wilayah yang ada di Jawa Timur.
Klik di sini untuk untuk bergabung
Post a Comment for "6 Kisah Menarik dari Teman Kuliah Jokowi Tentang Wisuda Bersama dan Rahasia Jurusan Teknologi Kayu"