Meskipun parasit memiliki ukuran yang kecil, namun organisme miniatur ini bisa memberikan dampak serius. Mayoritas parasit cenderung mengambil hewan sebagai tempat hidup mereka dibandingkan dengan manusia. Akan tetap, hal tersebut masih bisa menciptakan efek negatif besar pada keseimbangan alam semesta.
Parasit bisa mempengaruhi binatang-binatang baik yang tinggal di daratan atau pun di lautan. Di dalam air, parasit mampu melekat pada makhluk-makhluk mulai dari ukuran kecil sampai besar. Parasit sering kali dapat dilihat melekat pada jellyfish, ikan, padang lamun, hiu, bahkan paus. Bila jumlahnya tak tertata dengan benar, hal itu bisa merusak keseimbangan alam semesta tersebut.
Di tempat ini, kita akan menyelami jenis-jenis parasit yang bertahan di perairan laut.
1. Lintah laut
Lintah merupakan cacing bersegmen yang umumnya ditemukan di perairan tawar. Akan tetapi, terdapat juga beberapa jenis lintah yang bertahan hidup di lautan. Gigitan lintah pada tubuh manusia kurang menimbulkan rasa sakit dan mirip dengan sensasi disengat serangga.
Akan tetapi, lintah laut dapat membahayakan ikan yang menjadikannya tempat tinggal. Demikian penjelasan A-Z Animals, Lintah laut memakan darah dan bisa membuat ikan terkena anemia atau penyebaran parasit serta penyakit berbahaya pada darah. Tubuh lintah laut bentuknya silinder yang mengerut di bagian mulut penghisap. Ketika larva baru menetas, biasanya berwarna kuning pucat atau bening. Sementara itu, seiring bertambahnya usia, warnanya akan berubah menjadi kabur dengan titik-titik hitam hingga secara keseluruhan berwarna gelap.
2. Kutu laut
Apabila Anda pernah menjumpai objek-objek kecil dengan bentuk telur yang melekat pada salmon, bisa jadi itu adalah parasit karang laut. Parasit tersebut telah bersarang di badan salmon semenjak si ikan masih muda.
Copepoda Kecil namun jumlahnya sangat banyak, hingga menjadi penyedia protein utama di seluruh laut dunia saat berada dalam fase larva awal.-Menurut Departemen Ikan dan Permainan Alaska Kutu laut mengeksplorasi tubuh tuannya, merayap melalui lendir, darah, dan jaringan kulit. Pada sejumlah kasus, parasit tersebut mungkin membawa dampak mematikan kepada sang tuan rumah. Organisme mikroskopis itu bisa menciptakan luka terbuka yang menghambat kapabilitas ikan untuk menjaga konsentrasi ion-ion pada tingkat optimal dalam lingkungan airnya.
3. Cacing pita
Cacing pita ikan, yang kadang-kadang disebut juga sebagai cacing pita lebar, umumnya terlihat sebagai cacing berbentuk lingkaran warna putih yang mengelilingi bagian dalam daging atau organ internal ikan. Panjang mereka bisa mencapai antara 2 sentimeter sampai melebihi 30 centimeter. Akan tetapi, ada beberapa jenis spesies, sebagaimana contoh cacing pita Tetragonoporus calyptocephalus, Ukurannya dapat mencapai panjang 27 meter. Parasit ini biasanya hidup di dalam lambung paus.
Menurut Departemen Ikan dan Satwa Liar California Cacing pita menghisap seluruh nutrisi dari tuannya melalui tembok tubuhnya. Penyakit yang disebabkan oleh cacing pita bisa berupa anemia, kurangnya vitamin B-12, serta penghalangan pada saluran pencernaan.
4. Cacing gelang
Cacing gelang sering dijumpai pada ikan, terutama di area seperti insang dan ruangan sekitarnya, mata, serta mulut. Mereka memiliki bentuk yang beragam, antara melengkung sampai memanjang. Apabila kuantitasnya besar, cacing-cacing tersebut bisa menghancurkan filamen insang, sesuai dengan sumber yang dikutip. Departemen Ikan dan Satwa Liar California.
Beberapa jenis cacing gelang dapat mencapai ukuran yang sangat panjang. Sebagai contoh, Placentanema gigantisma Bisa mencapai panjang sampai 7,3 meter. Parasit ini umumnya bertempat tinggal di dalam rahim dan plasenta paus spermwhale tersebut.
5. Lamprey laut
Ikan lamprey laut tampak sangat mengintimidasi, tetapi untungnya mereka tidak menjadi ancaman bagi manusia. Ikan ini berasal dari Samudera Atlantik dan cenderung memakan hewan tak berkala darah seperti salmon, mackerel, serta hiu.
Lamprey laut memiliki penampilan serupa eel dan dapat berkembangan biak hingga panjang antara 30 sampai 50 cm. Warna tubuh mereka umumnya bercak-bercak coklat atau gelap dengan bagian perut yang tampak lebih cerah. Yang menjadi fitur paling mencolok pada lamprey laut ini yaitu mulutnya berbentuk seperti sebuah cakram. Sesuai Smithsonian Ocean, Ini dipakai untuk melekat pada ikan dan merusak daging menggunakan lidah tajamnya. Sejumlah jenis lamprey dapat menjadi penyedot darah yang mampu menyebabkan kematian.
6. Isopoda penggigit lidah
Isopoda cymothoid Atau yang juga disebut sebagai si pencubit lidah merupakan parasit yang dapat memicu gangguan kesehatan di rongga mulut ikan. Smithsonian Ocean, Krustasea ini menggigit lidah ikan tuannya, melekat pada sisanya, lalu membuat sarang di tempat tersebut.
Isopoda ini memungkinkan ikan untuk melanjutkan kegiatan biasanya sementara parasit itu sendiri menyedot darah si inang. Hal ini merupakan satu-satunya kasus yang tercatat di mana parasit mengambil alih fungsi organ dari inangnya.
7. Sacculina
Sacculina termasuk ke dalam jenis rempah-rempahan yang memiliki kapabilitas menakjubkan. Mereka bertindak sebagai parasit pada kepiting lautan. Berdasarkan studi ilmiah di dalam Journal of Parasitic Diseases Pada tahun 2014, larva jantan melekat dan tumbuh di gonad kepiting inang, merusak organ itu dan dengan demikian menyebabkan kebuntuan pada hewan tersebut secara efektif.
Sacculina merampas nutrisi dari kepiting, menyebabkan si pemilik harus menghabiskan banyak waktu untuk berburu makanan. Organisme parasit ini membangun struktur serupa akar yang kelak akan menjalar ke luar tubuh kepiting melalui bagian perut sisi kanan bawah. Di situlah kepiting umumnya menyimpan telur mereka; oleh karena itu Sacculina bisa membuat kepiting percaya bahwa seluruh beban tersebut adalah benih-benih milik pribadinya. Hal aneh ini pun terjadi pada jenis kepiting jantan.
Berikut sejumlah parasit yang bertahan di perairan lautan. Walaupun tuannya terutama adalah ikan serta organisme laut lainnya, namun ada juga parasit maritim ini dapat menjangkiti manusia bila seseorang mengonsumsinya. seafood Yang tertular parasit. Beruntungnya, Anda bisa menurunkan kemungkinan tertular parasit dengan memastikan ikan dimasak sampai matang sebelum dikonsumsi.
Post a Comment for "7 Parasit Laut Mematikan: Dari Ubur-ubur hingga Ikan"