CEO Microsoft Satya Nadella akhirnya angkat bicara menyusul keputusan perusahaan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja atau Pemutusan Hubungan Kerja terhadap sekitar 6.000 karyawan. Dia mengakui bahwa efisiensi ini terkait dengan kecerdasan buatan alias AI.
"Ini bukan tentang kegagalan pegawai. Ini tentang reposisi untuk apa yang akan terjadi ke depan," kata Satya Nadella dalam rapat internal, dikutip dari India Today, Minggu (1/6). Yang ia maksud adalah AI.
Bos Microsoft itu menjelaskan, beberapa tahun lalu terjadi 'ledakan' di industri teknologi, ketika perusahaan-perusahaan marak merekrut ahli perangkat lunak. Para engineer perangkat lunak ini adalah gaji besar.
Namun kemudian, AI muncul. Salah satu dampaknya, insinyur perangkat lunak , termasuk mereka yang mengembangkan kecerdasan buatan, terkena dampak.
Satya Nadella menilai, kemunculan AI bukan berarti suram. Ia menyoroti momentum Microsoft di bidang AI. Laporan yang diterima India Today menunjukkan Chief Commercial Officer Judson Althoff menyebutkan Barclays telah menandatangani satu juta lisensi untuk asisten AI andalan Microsoft, Copilot.
Raksasa global lainnya seperti Accenture, Siemens, Toyota, dan Volkswagen juga telah bergabung dengan klub Copilot. Biaya berlangganan CoPilot untuk kategori standar US$ 30 per pengguna per bulan. Ini menjadi indikator serius tentang seberapa penting Copilot bagi masa depan Microsoft.
Cerita Ahli AI Microsoft Dipecat
Direktur AI Microsoft Gabriela de Queiroz menjadi salah satu karyawan yang mengalami PHK. Dalam unggahan di media sosial X, ia mengungkapkan keputusannya untuk menyelesaikan tanggung jawab dan mengucapkan selamat tinggal kepada rekan-rekan.
Dia juga mengekspresikan kesedihan atas banyaknya pegawai Microsoft yang berbakat yang di-PHK.
Microsoft melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 6.000 karyawan atau 3% dari total pegawai. Karyawan yang terkena dampak bekerja di seluruh level, tim, dan wilayah.
"Kami terus menerapkan perubahan organisasi yang diperlukan untuk memposisikan perusahaan dengan sebaik-baiknya agar sukses di pasar yang dinamis," kata juru bicara Microsoft dalam pernyataan pers kepada CNBC Internasional , tiga pekan lalu (14/5).
PHK tetap dilaksanakan meskipun perusahaan melaporkan kinerja keuangan yang lebih baik dari perkiraan, dengan laba bersih US$25,8 miliar atau sekitar Rp 428 triliun pada kuartal I.
Post a Comment for "Pemimpin Tertinggi Microsoft Bicara tentang PHK 6.000 Karyawan dan Berita Digantikan oleh AI"