Pertamina Hulu Energi Berkolaborasi dengan Sinopec untuk Studi Bersama Teknologi CEOR

Jakarta, IDN Times - Pertamina Hulu Energi (PHE) melalui Regional 3 Kalimantan bersama Sinopec Energy Investment (HK) Holdings Limited secara resmi menandatangani Joint Study Agreement (JSA) untuk studi pengembangan teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Tanjung.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi lapangan minyak dan gas melalui penerapan teknologi CEOR yang dinilai efektif dalam meningkatkan produksi Lapangan Tanjung, salah satu aset strategis di Regional 3 Kalimantan.

"Kami sangat antusias dapat memulai kolaborasi dengan Sinopec. Ini merupakan tonggak penting dalam upaya kami meningkatkan produksi migas nasional melalui penerapan teknologi EOR. Kami percaya perjanjian ini akan menjadi awal dari kemitraan yang saling menguntungkan," ungkap Direktur Perencanaan Strategis dan Pengembangan Bisnis PHE, Rachmat Hidajat dalam keterangannya, Jumat (30/5/2025).

1. CEOR menjadi metode untuk meningkatkan perolehan minyak

Rachmat menjelaskan CEOR merupakan metode lanjutan dalam peningkatan perolehan minyak (enhanced oil recovery) melalui injeksi bahan kimia khusus ke dalam reservoir.

Teknologi ini bekerja antara lain dengan menurunkan tegangan antarmuka antara minyak dan air serta meningkatkan mobilitas minyak, sehingga memungkinkan lebih banyak minyak mengalir ke sumur produksi.

"Metode ini terbukti efektif, khususnya di lapangan yang masih menyimpan cadangan minyak tetapi sulit diproduksikan dengan cara konvensional," ujarnya.

2. Komitmen untuk membangun kemitraan global

Menurut Rachmat, studi teknis CEOR akan dilaksanakan sepanjang tahun 2025, meliputi kajian laboratorium, pemodelan reservoir, serta penyusunan rencana implementasi teknologi.

Jika hasil studi menunjukkan kelayakan, uji coba lapangan (field application) ditargetkan akan dilaksanakan pada tahun 2026 sebagai tahap awal menuju pengembangan penuh.

"Inisiatif ini sejalan dengan strategi PHE dalam mendukung target nasional mencapai produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD) pada tahun 2030;" jelasnya.

Dengan adanya kolaborasi strategis ini, PHE menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dan membangun kemitraan global yang mendorong ketahanan energi nasional serta keberlanjutan industri hulu migas Indonesia.

3. Kemitraan strategis PHE dan Sinopec telah terjalin sejak 2023

Sementara itu, Sr Executive Vice President Sinopec, Zhao Xuan, menyampaikan optimismenya terhadap masa depan kemitraan ini.

"Tanda tangan JSA ini merupakan titik balik penting. Kami sangat menghargai keterbukaan Pertamina dalam mengeksplorasi pendekatan dan model bisnis baru untuk kesuksesan proyek ini," katanya.

Lebih rinci, kemitraan strategis antara PHE dan Sinopec ini merupakan hasil dari rangkaian panjang kerja sama yang telah terjalin sejak pertengahan 2023.

Dimulai dari penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), kedua perusahaan kemudian menyepakati Confidentiality Agreement, dilanjutkan dengan berbagai kunjungan lapangan, termasuk ke Lapangan Tanjung pada awal 2025.

"Evaluasi teknis dan pertukaran data subsurface juga menjadi bagian dari proses yang matang hingga akhirnya mengarah pada penandatanganan JSA di bulan Mei ini," tegasnya.

Post a Comment for "Pertamina Hulu Energi Berkolaborasi dengan Sinopec untuk Studi Bersama Teknologi CEOR"