PIKIRAN RAKYAT - Pemerintah Kabupaten Pangandaran mensosialisasikan program Pendidikan Karakter Melesat, di Aula Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Pangandaran, Senin, 2 Juni 2025. Sosialisasi tersebut dilakukan oleh Bupati Citra Pitriyami di hadapan ratusan kepala sekolah dan guru yang berasal dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Pangandaran.
Citra menegaskan, program tersebut harus dilaksanakan di lingkungan sekolah. Ada beberapa hal yang ditekankan kepada murid sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.
Yang pertama, para murid harus melaksanakan salat zuhur berjamaah di sekolah. "Kalau sudah memiliki mushola dilaksanakan di musala, kalau belum punya dikerjakan di kelas masing-masing," ujar Citra.
Berikutnya, setiap upacara hari Senin akses jalan di depan sekolah diberhentikan sementara saat lagu Indonesia Raya (menaikkan Bendera Merah Putih) berlangsung. Mulai Selasa sampai Sabtu para murid dianjurkan mendengar lagu Indonesia Raya dengan siap siaga di dalam kelas. Pada Jumat, mereka belajar salat dan mengaji.
"Kalau belajar salat biasanya oleh guru Agama Islam. Memang banyak yang sudah melaksanakan salat dan ngaji, tapi belum semua memahami artinya. Kita komunikasi dengan MUI (Majelis Ulama Indonesia)," kata dia.
Ketentuan terakhir, kegiatan ektrakulikuler Pramuka dilaksanakan pada hari Sabtu. "Jadi kegiatan Pramuka itu wajib dilaksanakan. Program Pendidikan Karakter Melesat akan diluncurkan pada minggu depan," ucap dia.
Program Kesehatan Melesat
Selain pendidikan karakter, Citra juga menyampaikan tentang sosialisasi program Kesehatan Melesat yang disampaikan kepada jajaran dinas kesehatan. "Untuk bidang kesehatan, kita akan melakukan pelayanan kurang dari 60 menit atau satu jam mulai dari mendaftar sampai menebus obat. Selanjutnya kita membuka pendaftaran daring, jadi dokter spesialis harus sudah berjaga pukul 8.00," kata Citra.
Program Kesehatan Melesat ini bertujuan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan penjemputan pasien bagi yang tidak mampu, seperti pasien yang lumpuh, hipertensi, dan lain-lain. Hal itu dengan catatan bahwa yang kurang mampu akan diantar jemput dengan menggunakan kendaraan ambulan yang ada di puskesmas.
"Kadang rujukan dari Puskesmas ke rumah sakit itu kan lama. Sekarang kalau ada rujukan langsung saja, administrasi bisa menyusul. Darurat langsung saja kirim ke rumah sakit Pandega daripada pasien tidak tertolong," ujar Citra.
Post a Comment for "Siswa SD dan SMP di Pangandaran Wajib Shalat Zuhur Berjamaah di Sekolah"