Chief Executive Officer Seplat Energy Plc, Roger Brown, mengatakan bahwa Nigerian National Petroleum Company Limited telah melunasi utang-utang lamanya dan kini beroperasi dengan penyesuaian keuangan yang lebih baik serta disiplin, suatu perkembangan yang dia sebut sebagai "sebuah perubahan besar" bagi produsen minyak lokal.
Berbicara dalam sesi panel bergengsi bertajuk "Memanfaatkan Perubahan Energi Afrika – Dari Akuisisi ke Optimasi" pada konferensi Minyak dan Gas Nigeria 2025, Rabu di Abuja, Brown memuji NNPCL atas pemfokusan kembali pada efisiensi operasional dan kemitraan.
Brown berkata, "Kemarin (Selasa), Anda mendengar dari GCEO (NNPC) membicarakan apa yang dilakukan NNPC. Salah satu hal penting adalah arus kas dan memastikan hal itu, dan saya akan menceritakan sebuah kisah. Ketika kita melakukan pencatatan saham pada 2014, kita berhasil mengumpulkan dana sebesar 500 juta dolar AS, yaitu setengah miliar dolar AS. Dan NNPC berutang kepada kami sebesar 550 juta dolar AS. Lebih besar dari dana yang kita peroleh melalui IPO kita. Namun itu semua sudah terjadi di masa lalu."
Menurutnya, NNPC telah mengubah struktur pembayaran dan arus kasnya, menciptakan ruang bagi kemitraan yang lebih lancar dengan produsen independen.
“Arus kas telah dibayarkan. Garis yang sangat jelas dari NNPC sekarang adalah keterjajaran. Ini merupakan kemitraan. Dan itulah yang dibawa oleh para pemain lokal ke sini,” katanya.
Ingatlah bahwa NNPC telah lama berjuang di bawah beban berat utang bernilai miliaran dolar yang terutang kepada pemasok lokal maupun internasional produk-produk petrokimia. Tunggakan yang telah terjadi selama bertahun-tahun itu sangat membatasi operasional, menunda pembayaran kepada mitra usaha patungan, serta mengikis kepercayaan investor di sepanjang rantai nilai minyak dan gas.
Pada 2024, pemasok domestik dan asing produk minyak bumi menghentikan pasokan komoditas tersebut karena utang sekitar 6 miliar dolar AS.
Merujuk pada akuisisi Seplat atas aset onshore ExxonMobil pada tahun 2024, Brown mengatakan perusahaan-perusahaan lokal kini lebih siap untuk mengoperasikan dan mengoptimalkan aset-aset yang dilepas.
“Jadi ketika kami menyelesaikan akuisisi Mobil tahun lalu, kami sudah siap untuk itu. Sektor usaha rakyat berkembang pesat karena kami memahami medannya, kami langsung terlibat dengan masyarakat, dan kami bermain untuk jangka panjang,” katanya.
Ia menambahkan, "Ketika sesuatu berjalan salah, yang pasti akan terjadi, kami tidak panik. Pada 2016, pipa kami ditutup. Pada 2017, kami tidak lari. Anda tidak bisa lari dari rumah sendiri. Itulah pola pikir yang kami bawa ke aset-aset produktif ini di daratan dan lepas pantai dengan kedalaman air dangkal."
Brown mencatat bahwa Seplat saat ini memiliki 11 blok, delapan di antaranya dioperasikan sendiri, tersebar di wilayah minyak dan gas, dengan fokus yang semakin besar pada monetisasi gas domestik serta ekspor melalui LNG dan CNG.
“Kami sudah mulai memasok NLNG. Namun kami juga sedang mempersiapkan proyek LNG yang sedang dalam tahap pengembangan, dan kami telah berinvestasi besar-besaran dalam gas domestik untuk memenuhi permintaan lokal,” tambahnya.
Dalam sesi diskusi tersebut, Managing Director Oando Energy Resources Nigeria Limited, Dr Ainojie Irune, juga memberikan apresiasi terhadap fokus strategis NNPC dan peningkatan kerja sama dengan operator independen.
" Ini adalah pertama kalinya kita memiliki perusahaan energi nasional yang fokus pada target produksi, tidak teralihkan oleh mandat-mandat yang tidak berkaitan. Perusahaan ini dikelola oleh orang-orang yang tepat di tempat yang tepat," kata Irune.
Kasih sayang dimulai dari rumah, dan NNPC telah memulai kasih sayang tersebut. Mereka sedang menangani masalah keamanan, OPEX, dan bahkan menyederhanakan proses kontrak. Selebihnya kita harus sejalan.
Menurutnya, perusahaan-perusahaan lokal yang sebelumnya dianggap sebagai pemain pinggiran kini menjadi tulang punggung masa depan energi Nigeria. "Perusahaan independen telah bergerak dari dasar piramida hingga memimpin strategi hulu Nigeria. Dengan mitra yang dapat diandalkan seperti NNPCL, masa depan tersebut sangat mungkin terwujud," katanya.
Sementara itu, Direktur Utama Shell Nigeria, Ronald Adams, mengumumkan bahwa proyek minyak Ubonga North, yang mencapai Keputusan Investasi Akhir pada Desember 2024, diperkirakan akan menambah kapasitas produksi minyak Nigeria hingga 100.000 barel per hari pada pertengahan 2027.
Disediakan oleh SyndiGate Media Inc. ( Syndigate.info ).
Post a Comment for "Produsen minyak mendapat dorongan setelah NNPC melunasi utang lama"