Lamun atau meadow seagrass merupakan tumbuhan laut yang tumbuh di perairan pesisir yang dangkal, membentuk padang rumput, sehingga dikenal sebagai “Padang Lamun”. Dikutip dari BRIN, Indonesia memiliki 15 spesies dari 60 jenis spesies lamun yang tersebar di dunia. Spesies lamun yang banyak dijumpai di sepanjang perairan di Indonesia adalah Enhalus acoroides, Thalassia hemprichii, Cymodocea rotundata, dan Cymodocea serrulata.
Apabila tumbuh di daerah yang dapat mencapai cahaya matahari, area itu diperlukan sebagai sumber gizi bagi proses Fotosintesis. Bagi reproduksi, rumput laut ini mengandalkan aliran air dan crustaceans kecil yang memindahkan serbuk sari melekat pada punggung mereka, hampir sama seperti bagaimana lebah menyebarkan pollen pada tanaman di darat.
Bukan cuma tempat tinggal untuk makhluk hidup di lautan, rumput laut juga punya peranan yang sangat penting buat seluruh ekosistem, termasuk dalam proses penyerapan karbon. Namun saat ini eksistensinya tengah terancam sebab luasan globalnya menyusut dengan pesat. Hal itu dibuktikan oleh distribusi dari rumput laut tersebut yang semakin hari makin berkurang. concern United Nations of Environment Programme dalam SDGs terkait ekosistem bawah laut. Berikut ini adalah peran penting lamun bagi ekosistem laut.
1. Habitat dan sumber makanan bagi organisme laut
Seperti halnya mangrove dan terumbu karang, padang lamun merupakan habitat terbaik bagi beberapa spesies terancam punah seperti dugong dan penyu. Mereka menjadikan padang hijau bawah laut itu sebagai tempat tinggal yang menyediakan sumber makanan berlimpah. Tak hanya bagi spesies yang terancam punah, padang lamun juga menjadi sumber makan terbaik untuk kerang, aneka ikan kecil hingga ikan baronang, kuda laut, rajungan, dan berbagai krustasea.
Dugong termasuk ke dalam kelompok hewan laut yang sangat tergantung pada distribusi rumput laut. Mereka memakan rumput laut dengan mencampur lapisan dasar yang berada di bawah pasiran laut. Metode ini mendukung siklus nutrisi dalam lingkungan dan meningkatkan kesuburan tanah di area perairan, menjadikan Dugong penting bagi perkembangan rumput laut. Oleh karena itu, selain upaya pelestarian Dugong, Kementerian Kelautan dan Perikanan juga mendorong wilayah-wilayah untuk meluncurkan program ekosistem padang rumput laut sebagai tempat perlindungan utama Dugong menjadi Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD).
2. Menyimpan dan menahan karbon secara berlimpah
Sebagai elemen kunci dalam strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, rumput laut memiliki kemampuan menghisap karbon hingga 35 kali lebih cepat dibandingkan hutan hujan tropis. Meski hanya mencakup 0,2 persen dari permukaan lautan, area rumput laut menyimpan sekitar 18 persen total karbon di lautan global. Tumbuhan air ini juga bertindak sebagai pelindung melawan asamifikasi samudera dan gelombang osean, sambil mendukung ekosistem maritim agar bisa berkembang biak di lingkungan yang semakin panas akibat pemanasan bumi.
Karbon cadangan pada lamun disimpan di substrat di bawah pasiran lautan yang terikat dengan akar lamun dan dapat bertahan selama periode panjang apabila ekosistem pantai tetap utuh tanpa adanya kerusakan.
3. Apabila ikut serta mendukung terumbu karang sebagai tempat tinggal
Padang lamun adalah salah satu lingkungan utama bagi terumbu karang, memberikan sumber makanan, perlindungan, serta lokasi perkawinan bagi banyak makhluk laut. Hutan rumput biru-bijaskam ini memiliki peranan penting dalam menapis zat gizi dan endapan untuk kebaikan terumbu karang. Seperti halnya ginjal pada tubuh manusia, padang lamun membantu menyaring limbah beserta pencemar dari daratan pantai yang bisa merugikan agar membersihkan air tersebut sebelum sampai kepada karang.
Areal rumput laut juga menjadi sumber pangan utama bagi herbivora besar dalam ekosistem terumbu karang, yang mengandalkan padang lamun agar dapat bertahan hidup. Penyu hijau dewasa biasanya mengonsumsi kira-kira dua kilogram rumput laut setiap harinya, sedangkan dugong dewasa bisa menyantap hingga 30 kilogram per hari.
4. Keuntungan Rumput Laut untuk Manusia
Padang lamun sangat penting untuk industri perikanan global. Mereka memainkan peranan vital dengan memberikan lingkungan perkembangan yang bernilai tinggi bagi sekitar sepertiganya dari 25 nelayan besar di planet ini. Selain itu, rumput laut ini mampu meningkatkan mutu air lewat mekanisme penjernihan, siklus material organik, simpanan gizi dan zat pencemar, serta bisa menekan jumlah turbulensi dalam ekosistem tersebut. bakteri Laut patogen tidak hanya memberikan proteksi untuk keselamatan manusia, namun juga membantu dalam pengurangan penyakit pada terumbu karang serta pencegahan pencemaran di produk laut.
Menurut penelitian terkini, ekosistem rumput laut telah menunjukkan dampak yang signifikan dalam pengurangan jumlah bakteri berbahaya bagi manusia pada hewan dua kerongkongan laut (moluska). Diketahui bahwa moluska ini menjadi salah satu sumber pangan utama untuk populasi global. Di luar itu, rumput laut turut mempersembahkan nilai budaya di setiap negara melalui kontribusi mereka dalam sektor wisata serta aktivitas rekreasi.
5. Memperkuat dan memastikan fondasi permukaan lautan
Padang lamun memiliki fungsi signifikan dalam menjaga pesisir dengan meredam energi gelombang hingga 40 persen. Di samping itu, tumbuhan hijau ini juga membantu menahan sedimentasi pada dasar lautan serta melindungi tepian pantai dari kerusakan akibat erosi dan serangan tsunami. Kemampuan padang lamun yang tebal untuk memperlambat arah aliran air dan ombak menciptakan kondisi di mana area sekitarnya menjadi lebih tenang.
Dalam hal proteksi terhadap lamun, para ahli mengkaji tentang padang lamun tersebut. BRIN Dari keseluruhan area rumput laut yang telah diverifikasi, Nurul Dhewani Mirah Sjafrie mencatat bahwa hanya 15,35% saja yang berada dalam status baik atau sehat. Sebanyak 53,8% dikategorikan sebagai sedikit mengkhawatirkan, sementara sisanya yaitu sekitar 30,77% dianggap cukup menyedihkan.
Pada saat ini, luasan hamparan rumput laut di Indonesia umumnya tidak melebihi 50%. Menurut Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 200 Tahun 2004, kondisi optimal untuk hutan rumput laut adalah ketika cakupannya setidaknya mencapai 60%. Mengingat betapa pentingnya peranan rumput laut terhadap ekosistem tersebut, situasi ini menimbulkan keprihatinan bersama agar dapat memeliharanya. Untuk itu tentu dibutuhkan kerjasama antar berbagai pihak dan kami juga ikut serta dalam upaya ini!
Post a Comment for "5 Peran Penting Lamun: Menjaga Keseimbangan Laut dan Melawan Perubahan Iklim"